Apa itu Managed Server ? [managed server series]

Kontributor: stmarwanto@gmail.com.


Apa itu Managed Server?

Kebanyakan orang mengartikan managed server sebagai pengelolaan hardware dari server baik dilakukan oleh pemilik server atau pihak lain.

Sumber gambar : Excessmedia.com

Sumber gambar : Excessmedia.com

Server memiliki setidaknya 3 layer,
Layer hardware, terdiri dari motherboard, processor, ram, i/o port seperti hdmi, usb, vga, ethernet dll.
Layer OS, beberapa OS yg sering digunakan Windows, Solaris, Linux, FreeBSD, Mac OS X dll
Layer Aplikasi, piranti lunak yang berjalan di atas layer OS, seperti Web , Mail, Database, Firewall dll.Ketika seseorang menjalankan suatu aplikasi maka akan melibatkan 3 layer tersebut.

Apa yang akan terjadi bila aplikasi tidak berjalan dengan baik, performansi lambat atau tidak jalan sama sekali?
Cara yang paling cepat adalah memastikam hardware berjalan dengan baik selanjutnya menginstall ulang os dan aplikasi. Untuk perorangan mungkin tidak menjadi masalah, tetapi bayangkan bila aplikasi ini digunakan oleh perusahaan yang harus dapat digunakan 24 jam. Seperti aplikasi web atau mail, banyak perusahaan menggunakan aplikasi ini sebagai alat untuk melakukan komunikasi baik searah ataupun dua arah antara perusahaan dan masyarakat umum(market). Bila aplikasi yang digunakan terganggu maka komunikasi akan terganggu, sebagian perusahaan yang memiliki ketergantungan dengan aplikasi ini dampaknya akan luar biasa. Seperti kehilangan moment untuk menyampaikan informasi berharga, komplain customer, kehilangan order dan paling fata ditinggalkan customernya.

Masih banyak perusahaan tidak menyadari hal ini. Maka sudah saatnya perusahaan peduli dengan pemeliharaan server mulai dari hardware, OS dan aplikasi.
Bila perusahaan memiliki tim IT yang mumpuni dapat dilakukan sendiri, namun bagi yang tidak jangan khawatir karena saat ini banyak perusahaan yang khusus memberikan layanan managed server di ke 3 layer tersebut.

Benefit yang bisa didapatkan bila menggunakan jasa Managed Server :

  1.  Perusahaan akan focus pada core bisnis nya.
  2.  Tim IT lebih focus pada strategi perusahaan melalui inovasi di IT.
  3.  Tidak dipusingkan dengan tingkat turn over yang tinggi.