Kesiapan Indonesia terhadap Cloud Masih Rendah


cloud_computing

 

Kesiapan Indonesia terhadap Cloud Masih Rendah

Penelitian yang dilakukan oleh penyedia manufaktur jaringan, Cisco, melalui Cisco Global Cloud Index menunjukkan tingkat kesiapan Indonesia terhadap sistem Cloud Computing masih rendah. Meski demikian, Indonesia dinilai memenuhi kualifikasi dalam menyediakan Cloud Computing di tingkat dasar.

Penelitian mengacu dari laporan kecepatan koneksi internet di Indonesia. Kecepatan rata-rata untuk mengunduh file di Indonesia antara 1.428 kilobita per detik (kbps) dan median 1.033 kbps. Sedangkan kecepatan mengunggah rata-rata 643 kbps dan median 327 kbps. Adapun rata-rata jeda waktu atau latency 129 millisecond (ms) dan median 82 ms.

Adapun di jaringan yang diakses dari perangkat bergerak, kecepatan rata-rata mengunduh 1.677 kbps dan median 881 Kbps. Kecepatan rata-rata unggah 1.038 kbps dan median 338 kbps. Rata-rata jeda waktunya 252 ms dan median 125 ms.

Vice President and General Manager Cisco Connected Industries Group Cisco, Maciej Kranz, mengatakan Cloud Computing berkontribusi memacu peningkatan traffic internet di tingkat global. “Kami melihat adanya pertumbuhan signifikan,” ujarnya.

Dia mengatakan, perkembangan internet di dunia mengalami transformasi yang sangat cepat. “Kami melihat pemanfaatan cloud sebagai kesempatan yang besar bagi Indonesia untuk ambil bagian dalam kemajuan teknologi.”

Kranz menyebutkan keuntungan dari penggunaan Cloud Computing. “Sistem ini menghemat biaya karena kita bisa melakukan pekerjaan dari mana saja,” ujarnya. Berikutnya adalah efisiensi dalam penyimpanan data. “Ini harus menjadi inisiatif perusahaan dalam memberikan solusi.”

 

Cisco Cloud Global Index menjabarkan prediksi traffic Cloud Computing di Asia Pasifik dalam rentang waktu lima tahun 2012-2017:

Traffic Cloud Computing diperkirakan menyumbang 68 persen dari total traffic pusat data pada 2017.

(Angka itu naik dibandingkan 2012, yang berkontribusi 41 persen dari total traffic pusat data.)

Sedangkan per tahunnya, traffic Cloud Computing mencapai 1.9 zetabita pada 2017. Adapun pada 2012, traffic Cloud Computing  319 exabita per tahunnya.

Source:
http://www.tempo.co
lintasmediadanawa.com