Masih Minim UKM Melek “Cloud Computing”

cloud_solution_evolution

 

Masih Minim UKM Melek “Cloud Computing”

 

POPULASI usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia, menurut data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2011, jumlahnya sekitar 646.475 unit. Masih kalah jauh dibandingkan dengan populasi usaha mikro yang jumlahnya mencapai 54.559.969 unit.

Dari jumlah UKM tersebut, sebagian besar belum melek teknologi informasi (TI) alias gaptek (gagap teknologi). Karena bagi mereka investasi di bidang TI masih dirasa memberatkan, sebab memerlukan biaya cukup mahal dan tenaga kerja yang handal. Padahal jika mereka mengadopsi TI maka peluang pertumbuhannya akan bisa menyamai akselerasi usaha besar.

Salah satu perkembangan teknologi informasi yang diharapkan dapat membantu dalam perkembangan UKM adalah teknologi cloud computing (komputasi awan). Teknologi komputasi awan penggabungan pemanfaatan teknologi komputer (computing) dan pengembangan aplikasi berbasis internet (awan/cloud).

Dengan cloud computing akan menjadikan bisnis lebih efisien, karena pelaku usaha hanya perlu membayar sesuai dengan apa yang digunakan. Pelaku usaha tidak perlu mengeluarkan biaya pembelian yang besar dan tanpa biaya pemeliharaan karena fungsi tersebut telah dilakukan oleh pengelola layanan cloud.

Selain itu komputasi awan juga memberi kemudahan bagi penggunanya untuk dapat mengakses data melalui berbagai jenis perangkat (komputer, notebook, tablet, smartphone) yang terkoneksi dengan jaringan internet. Kemudahan yang ditawarkan teknologi cloud computing ini akan memungkinkan bagi pelaku usaha untuk lebih memfokuskan diri pada bisnis intinya, bukan pada pengelolaan infrastruktur TI.

 

Sejauh mana para pelaku UKM di Indonesia telah memahami tentang teknologi cloud computing dan manfaatnya bagi usaha mereka? :

Berdasarkan hasil riset MARS Indonesia pada tahun 2012 lalu di 8 kota besar di Indonesia (Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Medan, dan Makassar) dengan jumlah 1.718 responden menunjukkan bahwa jumlah pelaku UKM yang telah mengetahui tentang cloud computing masih sangat kecil, yaitu 2,6% saja.

Pemahaman tentang cloud computing ini, terbesar persentasenya dijumpai pada pelaku UKM yang bergerak di bidang pertanian (14,3%) dan tekstil & produk tekstil (6,3%). Di sektor perdagangan, makanan & minuman, dan angkutan juga terdapat pelaku UKM yang telah memahami, namun jumlahnya sangat kecil.

Lamanya suatu unit UKM telah berjalan, terlihat tidak berbeda secara signifikan dalam hal pemahaman tentang teknologi cloud computing. Namun, pemahaman ini terlihat lebih tinggi pada UKM yang telah berjalan 8-10 tahun, dengan persentase 6,9%. Sementara pada UKM yang telah berusia di atas 10 tahun, memiliki persentase terendah, yaitu 1,1%.

Jika dilihat dari sisi usia pelaku UKM, pemahaman terhadap teknologi cloud computing ini ditemukan pada pelaku UKM dalam rentang usia produktif, yaitu antara 26-55 tahun. Pelaku UKM dengan usia 26-40 tahun yang mengetahui teknologi ini terlihat lebih tinggi, dengan persentase 3,3%, dibandingkan pelaku dengan usia 41-55 tahun yang memiliki persentase 2,2%.

Faktor minimnya sosialisasi/edukasi dan kesiapan infrastruktur mungkin menjadi faktor penyebab kurangnya implementasi di kalangan pelaku UKM.
Source:
– http://newsletter.marsindonesia.com/
http://lintasmediadanawa.com