Perangkat Mobile tanpa Cloud, bagai Sayur tanpa Sendoknya

Model4


Author:Irfan Hilmy.

Perangkat Mobile tanpa Cloud, bagai Sayur tanpa Sendoknya

Sudah menjadi rahasia umum bahwa tren dalam dunia teknologi saat ini mengarah kepada perangkat bergerak alias mobile device, khususnya smartphone. Beragam kegunaan smartphone menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Mulai dari menunjang kegiatan yang berkaitan dengan produktifitas seperti untuk tujuan komunikasi bisnis, menjaga dan memonitor kesehatan, hingga untuk tujuan hiburan dan membunuh waktu luang. Smartphone yang nyaris dimiliki oleh setiap orang saat ini akan semakin dilengkapi dengan perangkat pendukungnya, semisal smartwatch, smartband, ataupun virtual glasses. Semuanya diperkirakan masih akan banyak digunakan hingga beberapa tahun ke depan, bahkan tidak menutup kemungkinan akan semakin masif.

Banyak orang telah dapat menikmati berbagai kegunaan yang dapat diperoleh dari penggunaan smartphone. Namun tidak semuanya tahu bahwa di balik itu, ada sesuatu yang sangat vital agar fungsi-fungsi dalam perangkat tersebut dapat memberikan manfaatnya. Sesuatu yang tidak menjadi bagian dari perangkat tersebut, melainkan berada di atas “awan” sana. Untuk sebagian pengguna yang memiliki pemahaman tentang teknologi informasi mungkin sudah bisa menerka apa sesuatu yang dimaksud tersebut. Sementara bagi pengguna kebanyakan, kita perlu menunggu hingga pesan BBM yang mereka tulis tidak kunjung terkirim kepada temannya dan mulai mengeluhkan adanya delay karena error di server Blackberry, di saat itulah baru terasa akan kehadiran sesuatu yang penulis maksud.

Ya, kegiatan sesederhana bertukar pesan melalui aplikasi messenger adalah contoh yang paling mudah dipahami bahwa banyak sekali fungsi dari perangkat bergerak seperti smartphone yang tergantung pada sebuah layanan yang biasanya diwakili oleh kata benda bernama server. Pada praktiknya, server ini tidak selalu berwujud fisik sebuah komputer, namun dapat berupa layanan virtual yang secara fungsi dan kegunaan sama sengan server konvensional. Jika sekarang penulis sebutkan bahwa produk layanan virtual ini lumrah disebut sebagai Cloud Computing, sebetulnya petunjuknya sudah jelas bukan dalam kata “awan” pada paragraf sebelumnya?

Jika boleh menggunakan gaya bahasa hiperbolis dan meminjam peribahasa populer, penulis dapat katakan bahwa sekarang ini perangkat mobile tanpa Cloud Computing layaknya sayur tanpa sendoknya. Anda tahu ada sesuatu yang ingin Anda nikmati di suatu tempat, namun tak ada alat atau perantara yang dapat membuat Anda bisa mencicipinya. Semua foto selfie Anda tidak akan dihinggapi puluhan likes sebagaimana yang Anda dapatkan sekarang. Mungkin juga dompet Anda terselamatkan karena Anda takkan bisa menghubungi online shop favorit Anda di Instagram via LINE. Takkan ada notifikasi bahwa bos Anda baru saja mengirimi target minggu ini ke e-mail Anda. Rugi atau malah menyenangkan? Memang itu subjektif sifatnya, namun yang pasti berbagai manfaat dan kemudahan yang selama ini bisa dinikmati melalui smartphone Anda tak mungkin ada tanpa peran dari Cloud Computing ini.


Baca Juga artikel tentang Layanan Cloud Computing Indonesia di sini

Banner_Cozy


Untuk para pengembang aplikasi mobile, kehadiran layanan Cloud Computing menjadi bagian tak terpisahkan dalam bisnis yang mereka lakukan. Setidaknya mereka butuh layanan untuk pemasaran aplikasi mereka agar target pasar yang disasar dapat dengan mudah menemukan produk mereka. Google Play Store, Apple App Store, Blackberry World, Amazon App Store, Mobogenie Market adalah contoh-contoh dari layanan hosting aplikasi mobile yang sudah popular dengan pangsa pasar yang besar.

Layanan hosting aplikasi hanyalah satu dari sekian banyak fungsi business enabler yang dimiliki oleh produk Cloud Computing yang penting bagi pelaku bisnis aplikasi mobile. Semua server fisik yang tadinya mungkin dimanfaatkan untuk database, web application, file storage, dan banyak lagi services lainnya sudah dapat dijalankan menggunakan Cloud Computing. Kelebihan yang dapat dirasakan adalah pengembang aplikasi mobile dapat lebih fokus ke pengembangan bisnis di segmen mobile, sementara di sisi server sudah di-manage oleh penyedia layanan Cloud Computing. Istilah mudahnya, urusan server tinggal pakai saja, termasuk jika kebutuhannya berubah, karena Cloud Computing pada umumnya sudah mengadopsi prinsip auto-scalability di mana resource yang digunakan server dapat ditambah pada saat-saat tertentu di mana terjadi peningkatan beban pada server di luar perencanaan awal.

Di Indonesia sendiri, salah satu pelopor layanan Cloud Computing yang menyediakan semua fitur yang telah dibahas adalah PT Lintas Media Danawa. Anak perusahaan dari Lintasarta (Indosat Group) ini telah mempunyai layanan yang dapat diandalkan sebagai business enabler bagi pelaku bisnis aplikasi, terutama di segmen mobile. Bahkan PT Lintas Media Danawa telah secara langsung menerapkan kegunaan layanan Cloud Computing ini pada beberapa aplikasi mobile yang telah tersedia di Google Play Store dan siap untuk Anda gunakan. Info lebih detail dapat Anda peroleh melalui website resmi layanan Cloud Computing Indonesia PT Lintas Media Danawa di www.cozy.co.id.

 

Sekilas tentang Penulis:

Irfan Hilmy adalah Mobile Application Development Division Head di PT Lintas Media Danawa. Berkarir sejak tahun 2009, Hilmy mempunyai motto dalam menghadapi tantangan kerja: You can always Google it!