ICT GO GREEN

by: Fitri Nur Ardiantika.


 

ICT GO GREEN

 
 

Indonesia memiliki jumlah penduduk sekitar 250 juta jiwa per tahun 2014 di atas luas wilayah 1.890.754km2. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet di Indonesia dan PuKaKom Universitas Indonesia, dari jumlah penduduk tersebut, tercatat pengguna internet di Indonesia telah mencapai angka 88,1 juta pengguna. Pada tahun 2015 diprediksi pengguna internet di Indonesia dapat mencapai 100 juta pengguna. Salah satu dampak dari tingginya pengguna internet di Indonesia adalah meningkatnya penggunaan perangkat teknologi dan komunikasi.

Informasi dan komunikasi teknologi umumnya dibayangkan oleh banyak orang adalah sesuatu yang canggih dan modern tetapi siapa sangka ternyata teknologi ini juga dapat membawa pengaruh bagi kehidupan dan lingkungan di bumi. Bahkan teknologi yang sudah tidak terpakai pun dapat membawa dampak yang besar juga.

Limbah teknologi atau e-waste adalah peralatan teknologi dan komuniksi yang sudah tidak digunakan kemudian dibuang oleh penggunanya sehingga menjadi limbah. Tanpa disadari oleh banyak orang, limbah teknologi menghasilkan emisi karbondioksida (CO2) yang dapat meningkatkan pemanasan global. Perangkat teknologi dan komunikasi termasuk diantaranya telepon seluler, printer, laptop, PC, server fisik, radio, broadband, proyektor, mesin fotocopy dan scan dan sebagainya. Perangkat tersebut telah menyumbang sejumlah 2% dari total emisi secara global dengan 50% diantaranya dihasilkan dari peralatan kantor.

ICT_2 ICT_3

Seberapa besarkah karbon yang dihasilkan dari infromasi dan komunikasi teknologi?

Tahun 2008, The Climate Group and the Global e-Sustainability Initiative
(GeSI) mendeklarasikan SMART 2020 : Kebijakan ekonomi rendah karbon di era informasi. . Kepemilikan PC akan meningkat menjadi empat kali lipat antara tahun 2007 dan 2020 menjadi 4 miliar perangkat, dan emisi akan meningkat berlipat ganda selama periode yang sama. Laptop akan menyalip desktop sebagai sumber utama ICT global emisi (22%). Sedangkan server pada tahun 2007 telah menghasilkan 14% emisi dan diperkirakan pada tahun 2020 akan mengkasilkan 18% emisi.

Kilas balik, pada tahun 2012 pemerintah Indonesia telah menegeluarkan surat edaran No.1/SE/M.KOMINFO/04/2012. sebagai upaya peningkatan awareness dan penggunaan ICT agar lebih ramah lingkungan. Sayangnya, kebijakan tersebut tidak sepenuhnya diimplementasikan oleh berbagai sektor. Hanya beberapa institusi pemerintahan yang mempraktekan program tersebut.

Lalu, dapatkah kita memulai dari diri sendiri untuk mendukung teknologi ramah lingkungan?

Untuk menjadi pribadi modern yang peduli dengan lingkungan, kita dapat memulainya dari :
1. Menggunakan perangkat teknologi informasi dan komunikasi dengan efisien
2. Menghemat energi
3. Menggunakan perangkat dalam jangka waktu yang lama
4. Membuang perangkat yang sudah tidak terpakai dengan bertanggung jawab

Teknologi informasi dan komunikasi menyentuh kehidupan kita baik untuk di masa yang akan datang maupun di kehidupan sekarang. Hidup saat ini akan lebih mudah jika teknologi semakin maju dan kehidupan di masa datang juga akan dapat dinikmati dengan generasi berikutnya apabila lingkungan kita terjaga.

Source:
www.greenict.org,uk, www.swa.co.id, www.jeita.or.jp, www.greenpeace.org