Ini 5 Persepsi yang Salah Tentang Public Cloud Server

cloudprovider

Author:
Suwarno Pribadi, MTI.
Cloud Technology Professional
.


Ini 5 Persepsi yang Salah Tentang Public Cloud Server

1. Cloud Provider membackup data Anda
Jika anda berpersepsi bahwa ketika anda menyewa server cloud ke suatu perusahaan cloud provider lantas anda beranggapan perusahaan cloud provider itu membackup data di server anda, itu salah. Layanan backup data maupun solusi DRC biasanya dijual terpisah. Berlangganan cloud server itu sama seperti anda menyewa server fisik. Yang menjadi tanggung jawab cloud provider adalah uptime dari server, isi data di dalam server tersebut adalah tanggung jawab anda. Oleh karenanya anda tetap harus membackup data tersebut walaupun datanya berada di server cloud.

2. Cloud Server anda punya bandwith internet unlimited
Jika anda berpersepsi setelah menyewa server di public cloud, maka server anda dapat akses ke dan dari internet dengan bandwith unlimited karena server anda sudah ada di internet, maka anda salah. Cloud provider memang punya akses internet besar, tapi untuk tiap server virtual pelanggan pasti akan dibatasi karena akses tersebut harus dibagi-bagi untuk semua server pelanggan dan kebutuhan internal mereka. Jadi teliti dahulu bila mendengar iming-iming bandwith tak terbatas.

3. Cloud Server anda fleksibel dapat mengikuti kebutuhan anda
Salah satu motivasi orang menggunakan public cloud adalah karena fleksibilitasnya. Tidak seperti infrastruktur fisik yang butuh waktu lama dimana anda harus beli dulu hardware server, beli license, instalasi dan configure termasuk network LAN dan langganan akses Internetnya maka dengan server cloud dalam waktu singkat anda sudah dapat memenuhi kebutuhan layanan server dengan OS yang anda butuhkan dan koneksi internet. Namun bila anda butuh fleksibilitas lebih dari itu, tidak semua provider cloud di Indonesia dapat menyediakan. Seperti contohnya tidak semua provider public cloud memberikan layanan On Demand. Dimana anda bisa menaik-turunkan resource, kembang dan ciutkan jumlah server, hidup-matikan server sesuai kebutuhan anda dan membayarnya sesuai pemakaian tersebut. Karena masih ada provider public cloud yang menjual dengan system paket jadi, dimana anda harus berlangganan sesuai paket tersebut dan untuk mengubah resource server anda harus repot berpindah paket.Layanan on demand cloud

4. Di Cloud server anda punya banyak pilihan OS
Jangan kaget jika ternyata tidak semua OS bisa di instal di cloud server. Berbeda dengan server fisik, cloud server berdiri di atas platform yang merupakan sebuah software. Software tersebut dibuat dengan design agar Operating System (OS) bisa berjalan di atas nya dalam wujud virtual-virtual server. Semakin banyak OS yang bisa diakomodir oleh platform tersebut semakin kompleks platform virtualisasinya. Biasanya vendor platform sudah menginformasikan OS apa saja yang sudah tested bisa berjalan diatas virtual server dan biasanya untuk platform-platform branded, OS yang dinyatakan comply adalah OS branded yang merajai pasar. Jika anda punya kebutuhan server untuk OS yang spesifik terutama yang Open Source sebaiknya ditanyakan terlebih dahulu ke provider cloud terutama di Indonesia apakah dapat diakomodir atau meminta untuk melakukan versi trial terlebih dahulu.

5. Anda pikir anda terbebas dari problem operasional
Server fisik memang akan merepotkan, anda harus memelihara dan melakukan kegiatan preventive mulai dari level OS, Network, Fisik server sampai dengan lingkungannya seperti tegangan listrik, suhu ruangan kelembaban dan lain-lain. Namun jika anda berpersepsi setelah berlangganan cloud server anda terbebas 100% dari problem operasional tersebut anda salah. Beberapa cloud provider di Indonesia memang menawarkan layanan managed server. Namun teliti terlebih dahulu scope of work dari layanan tersebut, kebanyakan mereka dengan harga murah hanya menawarkan layanan instalasi dan konfigurasi bukan layanan pemeliharaan. Walau kita tidak perlu melakukan pemeliharaan untuk fisik dan lingkungan seperti pada server fisik, namun server di public cloud tetap harus dilakukan maintenance di level OS dan Network. Pastikan cloud provider anda memiliki produk dengan layanan managed OS tersebut jika anda membutuhkannya.